Kamis, 27 November 2014
Home » Pilihan, Suara Buruh, Terkini » Putusan MA Hukum Pengusaha yang Langgar UMR Penuhi Rasa Keadilan Buruh

Putusan MA Hukum Pengusaha yang Langgar UMR Penuhi Rasa Keadilan Buruh

Foto: Demo buruh tolak Upah Murah (li)

SPC, Jakarta – Jelang Mayday, buruh Indonesia mendapat kado indah dari Mahkamah Agung (MA). Lewat putusannya, MA menghukum pengusaha Tjioe Christina Chandra Wijaya karena tidak membayar upah sesuai upah minimum regional (UMR).

Alhasil, bos UD Terang Suara Elektronik ini harus menjalani hukuman badan selama 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

“Putusan MA menghukum pengusaha yang melanggar UMR, ini memenuhi rasa keadilan buruh di Indonesia karena selama ini hak normatif buruh seperti soal upah, banyak yang dilanggar,” ujar Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Jawa Timur, Jamaludin, Kamis (25/4/2013).

Jamaludin pada 23 Maret 2009 melaporkan ke polisi permasalahan buruh UD Terang Suara Elektronik yang beralamat di Jalan Kalianyar 17 C Surabaya. Bagi Jamaludin, putusan ini menjadi kado menjelang Mayday (hari buruh sedunia).

“Ini menjadi kado Mayday dan menjadi tonggak sejarah perubahan khususnya penegakkan hukum atas laporan buruh karena selama ini banyak hingga ribuan laporan buruh tapi tidak ada yang memihak buruh,” tuturnya.

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis bebas Tjioe Christina Chandra Wijaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun kasaasi dan oleh majelis kasasi Zaharuddin Utama, Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun, terdakwa dihukum sesuai Pasal 90 ayat 1a UU Ketenagakerjaan. (SPC-20/detik)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 208 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile