Selasa, 29 Juli 2014
Home » KADIN, Pilihan, Terkini » Ini Dia Tugas dari Pengusaha untuk Gubernur BI Terpilih

Ini Dia Tugas dari Pengusaha untuk Gubernur BI Terpilih

Foto: menteri keuangan agus martowardoyo (gm)

SPC, Jakarta – Terpilihnya Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) baru menuai harapan dan desakan agar Bank Sentral ini lebih banyak berbuat dalam perekonomian nasional.

Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memberikan catatan tentang beberapa hal yang harus dilakukan Agus selama menjabat.

Selain melanjutkan kebijakan BI yang selama ini sudah berjalan, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi, Bambang Sujagad mengatakan permintaan utama pengusaha terutama soal suku bunga dan nilai tukar rupiah.

“Agus tetap harus melanjutkan kebijakan BI yang masih bagus. Tapi kami minta Agus bisa menekan suku bunga di negara ini karena sebenarnya spread bunga itu cukup 3%, artinya kalau memberi ke penabung 5% maka suku bunga pinjaman cukup 9%,” ujar dia, Rabu (27/3/2013).

Kondisi yang terjadi, suku bunga perbankan di Indonesia saat ini mencapai double digit. Perbankan, menurut dia, terlalu banyak mengambil keuntungan dari suku bunga.

Hal ini yang dinilai menjadi penyebab daya saing Indonesia masih kalah dibandingkan negara lain, seperti Filipina dan Malaysia kendati tingkat pertumbuhan ekonominya lebih tinggi.

Filipina dan Malaysia misalnya, ungkap dia, hanya menetapkan tingkat suku bunga perbankan di bawah 10%.

“Daya saing ekonomi terutama industri, perdagangan, yang pakai fasilitas jasa keuangan berat dan tidak bisa bersaing, itu tugas agus marto untuk menurunkan suku bunga tersebut,” tegas dia.

Hal lain, kata dia, Agus Martowardojo diminta lebih menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tidak hanya melalui isu, tetapi BI harus tutur campur langsung dalam penstabilan nilai tukar rupiah tersebut.

Nilai tukar rupiah yang terlalu fluktuatif saat ini dikatakan memberikan ketidakpastian bagi pengusaha. Ditengarai pula, ada pihak-pihak yang memanfaatkan perbedaan nilai tukar rupiah terhadap dolar tersebut.

“Seberapa besar kira-kira besaran nilai tukar dolar tersebut tergantung pada kekuatan ekonomi kita dan kondisi tekanan mata uang lain yang penting, kalau tidak dikendalikan akan ada spekulasi,” tegas dia. (SPC-20/liputan6)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 199 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile