Rabu, 16 April 2014
Home » Bisnis Daerah, Hotnews, Terkini » Industri Otomotif Indonesia Melejit, Pengusaha Jepang Bangun Pabrik Velg Seluas 5 Hektar

Industri Otomotif Indonesia Melejit, Pengusaha Jepang Bangun Pabrik Velg Seluas 5 Hektar

Foto: Pabrik Mobil (ist)

SPC, Jakarta – Topy Industries Limited (Jepang) dan PT Pakoakuina (Indonesia) sepakat mendirikan pabrik pelek (velg) kendaraan melalui PT Topy Palingda Manufacturing Indonesia. Pabrik ini akan menempati areal seluas 5 hektar di kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat.

“Usaha ini merupakan perluasan dari bisnis kami yang sebelumnya di bawah PT Palingda Nasional, anak perusahaan dari PT Pakoakuina yang memproduksi velg truk atau bus, dan telah dipasarkan di dalam negeri maupun pasar ekspor terutama Malaysia,” kata Hadi Kasim, Komisaris Utama PT Pakoakuina, seperti dikutip, Minggu  (17/2/2013)

Topy Industries Limited merupakan pabrik pelek terbesar di Jepang yang telah berdiri sejak 1930, yang memiliki teknologi dalam pembuatan pelek, baik untuk kendaraan kecil, besar bahkan untuk alat-alat berat. Topy Industries Limited selama ini telah memberikan lisensi (licensor) kepada PT Pakoakuina dan anak perusahaannya dalam memproduksi pelek.

Pakoakuina adalah perusahaan PMDN di bawah Triputra Group, yang menghasilkan pelek berbahan baku baja ringan (steel) dan aluminium alloy untuk kendaraan niaga, roda empat maupun roda dua. Pakoakuina berdiri sejak tahun 1976 dan merupakan perusahaan terbesar dan perintis industri pelek di Indonesia.

“Seiring dengan semakin meningkatnya industri otomotif baik di dalam negeri maupun luar negeri dan juga dengan kian ketatnya persaingan usaha, maka Topy Industries Limited dan PT Pakoakuina melakukan sinergi untuk memproduksi pelek truk dan bus (kendaraan katagori 2 dan 3). Produknya akan dipasarkan di dalam negeri dan negara-negara Asia termasuk Jepang,” ujar Yasuo Fujii, CEO Topy Industries Limited.

Sebanyak 70 persen saham PT Topy Palingda Manufacturing Indonesia dimiliki oleh Topy Industries Limited dan 30% PT Pakoakuina. Total investasinya mencapai Rp 600 milyar yang sebagian akan didanai oleh pemegang saham dan sisanya dari pinjaman bank.

Rencananya konstruksi pertama akan dicanangkan bulan Maret 2013 dan produksi diharapkan bisa berjalan mulai awal 2014. Volume produksi pada tahun 2014 ditargetkan bisa mencapai 1,3 juta pelek dan akan ditingkatkan menjadi 2 juta pelek pada tahun 2017, setara dengan tiga kali lipat dari produksi PT Palingda Nasional. (SPC/25/Detik)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 204 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile