Senin, 20 Oktober 2014
Home » Bisnis Daerah, Pilihan, Terkini » Peluang Usaha, Bali Masih kekurangan Pasokan Air Minum

Peluang Usaha, Bali Masih kekurangan Pasokan Air Minum

Foto: Ilustrasi Air Minum (ist)

SPC, Denpasar – Kebutuhan air minum di Bali yang diperkirakan mencapai 1,4 juta liter per hari belum mampu sepenuhnya dipenuhi perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK). Salah satu perusahaan AMDK yang memiliki market share 80 persen yakni merk Aqua, belum mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat itu, karena terbatasnya kemampuan produksi.

“Kami per harinya hanya mampu memproduksi 1,2 Juta liter air,” sebut Kepala Pabrik PT Tirta Investama Bali Yusuf Soenardi di sela kegiatan penghijauan di Obyek Wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali.

Itupun, tak jarang guna memenuhi kebutuhan air minum, mendapat pasokan dari produksi Aqua di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Permintaan air minum, kadang naik turun yang dipengaruhi cuaca seperti saat musim hujan akan terjadi penurunan dan sebaliknya akan ada peningkatan saat musim kemarau.

Saat ini, sumber mata air yang dipakai masih bergantung di Desa Mambal Kecamatan Abiansemal, Badung, ketersediaannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di Pulau Dewata. Meski memiliki kapasitas mata air melimpah namun sesuai komitmennya,  tidak akan menghabiskan sumber mata air.

Juga, menambah sumber mata air baru yang memenuhi standar ditetapkan yakni di Kuwum Kecamatan Marga, Tabanan. Dalam kesempatan sama, Direktur Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) PT Tirta Investama Sonny Sukada menambahkan, bisnis air minum isi ulang juga turut meramaikan pasar. Bahkan dalam konteks air minum dalam kemasan, justru pertumbuhan air isi ulang sedikit lebih banyak dibanding AMDK.

Ditambahkan, dari 80 persen untuk ukuran kemasan di Bali, sepenuhnya dikelola sendiri oleh Aqua seperti untuk pasar hotel berbintang, perusahaan besar, perkantoran hingga supermarket. Sedangkan sisanya 20 perse, distribusinya diserahkan pihak distributor, agen hingga pedagang eceran untuk menjangkau pasar hingga pelanggan rumahan.

Dalam upaya menjaga keberlangsungan sumber daya alam itu, pihaknya telah menerapkan managemen sumber daya air yang berkelanjutan, terpadu mulai hilir hingga aliran sungai. Upaya dilakukan jika aliran sungai dalam kondisi bagus dilakukan lewat upaya konservasi. Sebaliknya, jika terjadi penurunan lwat  rehabilitasi alam di sumber mata air Mambal seperti dengan penanaman pohon.

Dalam kaitan tanggungjawab sosial atau corporate social responsibility (CSR), telah dilakukan dengan menggandeng masyarakat sekitar untuk pengelolaan sistem pertanian terpadu organik atau yang ramah lingkungan.

Juga dukungan untuk pengelolaan sampah plastik dan bahan kimiawi lainnya untuk bisa didaur ulang atau diolah kembali sehingga bisa menjadi sumber energi biogas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (SPC-20/okezone)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 205 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile