Sabtu, 30 Agustus 2014
Home » Pilihan, Sosok & CEO, Terkini » Aksa Mahmud Orang Terkaya dari Indonesia Timur

Aksa Mahmud Orang Terkaya dari Indonesia Timur

Aksa Mahmud (Foto: IST)

SPC, Jakarta- Dari Daftar 45 Orang Terkaya Indonesia 2012,  ternyata sebanyak 44 orang berasal dari Indonesia wilayah barat.  Yang menarik hanya satu yang berasal dari Indonesia timur, yaitu Muhammad Aksa Mahmud dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksa Mahmud juga satu-satunya pengusaha yang mantan demontrans. Bahkan, dia memutuskan terjun ke dunia bisnis, justru ketika dalam ruang tahanan Kodam Hassanuddin.

Dan Aksa Mahmud juga satu-satunya yang memiliki bisnis inti pabrik semen. Saat ini, Aksa Mahmud melalui holding bisnisnya, Bosowa Corporindo, tengah membangun pabrik Semen Bosowa Maros unit 2. Pabrik semen ini akan memiliki kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun.

Dalam waktu yang sama, Bosowa juga membangun pabrik semen mill di Sorong, Papua berkapasitas 1,2 juta ton per tahun , serta di Cilegon, Banten dan Banyuwangi, Jawa Timur masing-masing berkapasitas 2 juta ton per tahun. Total investasi untuk membangun satu pabrik semen dan tiga semen mill, sekitar Rp 6,75 triliun atau $700 juta.

Ekspansi bisnis Bosowa saat ini tidak hanya di semen, ada proyek pembangunan terminal gas di Makassar senilai Rp 700 miliar. Di Jeneponto ada proyek pembangunan PLTU Jeneponto 2 x 135 MW senilai $235 juta yang akan rampung tahun ini.

Tapi yang ditangani langsung oleh Aksa Mahmud, adalah Rice Estate di Kabupaten Wajo, seluas 10.000 hektar. Untuk menjamin ketersediaan air untuk persawahannya, Aksa Mahmud membuat bendungan kecil di satu sungai di Kabupaten Wajo. Untuk mendapatkan cara bertanam padi dengan baik, ia mendatangkan ahlinya dari Taiwan.

Di sana, para petani membeli bibit dari Bosowa Agro, kemudian membayar untuk pengolahan sawahnya yang dilakukan secara mekanik. Hasilnya, juga dijual ke Bosowa. Apakah petani rugi?

“Ketika harga pembelian pemerintah Rp 2.800 per kilogram, saya beli Rp 3.500 per kilogram dari petani. Petani yang membeli bibit dari saya, tapi hasil panennya kurang dari 10 ton per hektar, kekurangannya saya ganti hingga hasilnya menjadi (seolah) 10 ton. Dan sekarang para petani bisa panen tiga kali setahun,” jelas Aksa Mahmud. (SPC-10/indorichest)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 200 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile