Selasa, 23 September 2014
Home » APINDO, Pilihan, Terkini » Apindo: Ada Salah Kaprah Dengan Istilah ‘Upah Minimum’

Apindo: Ada Salah Kaprah Dengan Istilah ‘Upah Minimum’

SPC, Jakarta – Persoalan upah yang menjadi salah satu dari tiga tuntutan utama para buruh dalam berbagai demo akhir-akhir ini benar-benar bikin pusing pengusaha.

Tidak hanya karena besarannya yang dirasa akan memberatkan serta sikap pemerintah yang memolitisasi upah, juga karena adanya kesalahkaprahan terkait istilah ‘upah minimum’.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, istilah ‘upah minimum’ itu sejatinya bukanlah upah standar. Melainkan, semacam jaring pengaman (safety net) saja.

“Pengertian awal upah minimum itu sebagai safety net. Kini telah dipaksakan menjadi upah standar,” jelas dia dalam siaran pers di Jakarta, seperti dikutip Kamis (8/11/2012).

Dia juga menuding, salah satu penyebab kisruh terkait upah tersebut adalah adanya politisasi upah oleh pemerintah, khususnya kepala daerah. sehingga, dalam beberapa kejadian, mereka melanggar ketentuan yang berlaku dan menetapkan secara sepihak besaran upah meski tidak mendapat persetujuan Dewan Pengupahan. (SPC-15)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 203 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile