Jumat, 24 Mei 2013
Home » Bisnis Daerah, Pilihan, Terkini » Siantar Top Rambah Bisnis Kopi

Siantar Top Rambah Bisnis Kopi

Komisaris Utama PT Siantar Top Tbk Osbert Kosasih (kanan) bersama Direktur Armin sedang melihat beberapa produk makanan ringan usai RUPS belum lama ini. (KabarBisnis)

SPC, Surabaya–Masih cukup stabilnya pasar kopi bubuk atau kopi instan di dalam negeri membuat produsen makanan ringan (snack) PT Siantar Top Tbk kepincut juga. Terbukti, perusahaan asal Sidoarjo itu tengah mengkaji rencana investasi pabrik kopi yang akan dilakukan tahun 2013.

Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin mengatakan, secara umum kondisi pasar kopi cukup stabil. Dengan jumlah penduduk yang besar, ia menilai produk kopi memiliki potensi pasar yang cukup besar di dalam negeri.

“Saat ini kami masih melakukan studi terhadap rencana perseroan ini. Karena ini benar-benar baru bagi usaha kami,” kata Armin usai rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan di Surabaya, belum lama ini. Guna merealisasikan rencana itu, pihaknya telah menyiapkan dana hingga Rp 200 miliar. Sidoarjo masih tetap dipilih untuk pembangunan pabrik yang kapasitasnya masih dalam tahap penghitungan itu.

Ia berharap diversifikasi usaha itu mampu meningkatkan pendapatan perseroan, meski secara umum sektor usaha makanan ringan juga masih bertumbuh. Bukan hanya diversifikasi usaha, lanjut Armin, perseroan juga masih akan tetap memperkuat produk inti yang terdiri dari jenis biskuit dan wafer, mie, kerupuk, serta permen.

“Tahun ini, kami juga sudah mengoperasikan divisi usaha baru yakni pabrik tepung terigu dengan kapasitas sekitar 100 ton per hari. Namun untuk sementara produk tepung ini untuk memperkuat pasokan bahan baku perseroan,” tandas Armin.

Terkait pasar snack, ia optimistis tahun ini masih bertumbuh sekitar 30 persen. Tahun 2011 lalu, penjualan Siantar Top mengalami kenaikan hingga 34,8 persen, dari Rp 762 miliar di tahun 2010 naik menjadi Rp 1,027 triliun pada 2012. Meski penjualan naik signifikan, namun laba bersih yang dibukukan stagnan dari Rp 42,67 miliar di 2010 menjadi Rp 42,63 miliar pada 2011.

“Kenaikan ini dipicu oleh beberapa produk baru jenis biskuit dan wafer yang memang cukup diminati pasar dan telah menjadi andalan perseroan,” ungkap Armin. Siantar Top memiliki tiga pabrik yang masing-masing berlokasi di Sidoarjo, Bekasi, serta Medan. (spc-05/kbc)

Sumber:KabarBisnis

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

© 2013 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile