Jumat, 19 September 2014
Home » Bisnis Daerah, Pilihan, Terkini » Pengusaha Kosgoro: Proyek-Proyek Infrastruktur di Bener Meriah Terbengkalai

Pengusaha Kosgoro: Proyek-Proyek Infrastruktur di Bener Meriah Terbengkalai

SPC, Jakarta–Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah yang biayanya dianggarkan tahun 2011, realisasinya bermasalah. Beberapa proyek dikerjakan asal jadi, bahkan ada yang terbengkalai, padahal anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah dan para rekanan yang mengerjakan telah menarik dana mencapai 100%.
 
Beberapa proyek vital yang terbengkalai karena ditinggalkan rekanan, antara lain pekerjaan peningkatan jalan  (pengaspalan) Bener Kelipah menuju Kampung Buntul Kemumu, Kecamatan Permata, sepanjang 2 km dengan nilai kontrak Rp 3,2 miliar bersumber dari anggaran DAK. Proyek tersebut dikerjakan CV Wisaka Jaya.Masyarakat yang melintasi jalan tersebut sudah mengeluh, karena saat ini kondisi jalan sudah sulit dilewati pengedara sepeda motor, khususnya para petani yang membawa hasil pertanian. “Pihak pemborong yang meninggalkan pekerjaan itu tanpa merasa tanggungjawab, dengan menyerakkan batu kerikil sembarangan di ruas jalan.

Padahal masyarakat mengharapkan jalan tersebut segera diselesaikan untuk memudahkan transportasi, untuk mengangkut hasil komoditas ke pusat pasar,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro 56, Ahmad Suheru.

Proyek lain yang terbengkalai, sambung Suheru, pembangunan jalan Kayu Beriling menuju kantor Camat Bukit. Proyek tersebut tidak dapat dimanfatkan masyarakat yang berada di pengunungan berapi Burni Terong.  Proyek keramba apung yang berada di Kampung Delung Tue, Kecamatan Bukit, berbiaya Rp 155 juta juga terbengkalai dan merugikan keuangan daerah.

Seorang warga menambahkan, tidak optimalnya pengelolaan keramba juga dikarenakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bener Meriah, memberikan bibit ikan kepada kelompok tidak sesuai dengan kondisi keramba.

“Jadi ketika bibit ikan dimasukkan ke dalam kolam keramba, beberapa hari kemudian ikan tersebut mati,” ucap Mashuri.

Oleh sebab itu, aparat kepolisian maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut tuntas sejumlah paket proyek bermasalah tersebut. Apalagi rekanan telah mengambil atau mencairkan dana proyek, namun tidak diselesaikan dan ditinggalkan begitu saja.

“Pihak dinas terkait harus bertanggung jawab terhadap proyek yang bermasalah. Dan masih ada lagi proyek lain yang belum terungkap hingga saat ini,” kata Suharu lagi.

Suheru mempersoalkan pengawasan dari dinas terkait yang sangat kurang. Bahkan diduga ada permainan antara pihak rekanan dan instansi terkait untuk menarik anggaran 100%. “Seharusnya sebelum melakukan pencairan, pihak PPTK dan dinas sebagai pengawas terlebih dahulu melakukan pengecekan volume pekerjaan yang dilakukan para rekanan,” ujarnya.

Terbengkalainya proyek jalan Bener Kelipah–Buntul Kemumu dibenarkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bener Meriah. Proyek tersebut memang dianggarkan pada DAK tahun 2011.

“Dari pada uang itu dikembalikan kepada negara, lebih baik digunakan untuk pengaspalan jalan di kampung tersebut,” kata PPTK Dinas PU Bener Meriah, Al Fahmi, saat dikonfirmasi kemarin.

Dijelaskan, pihaknya telah menegur dan mendatangi rekanan agar segera menyelesaikan proyek tersebut, sehingga di kemudian hari tidak muncul persoalan, tetapi rekanan berdalih tidak punya uang lagi.

Bupati Bener Meriah, Ir Ruslan Abdul Gani mengaku, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan sejumlah proyek yang terbengkalai di daerah ini. “Kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan sejumlah proyek yang bermasalah,” aku Ruslan.(spc-05/ck 09)

 
Sumber: MedanBisnis

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 203 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile