Mantap, JK Ditunjuk Jadi Utusan Khusus Untuk Masalah Etnis Rohingya
Global, Pilihan, Sosok & CEO, Terkini Thursday, August 16th, 2012 - 04:37 pmSPC, Jakarta – Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Presiden SBY hari ini di Istana Presiden.
Ternyata, pertemuan yang telah diagendakan itu terkait dengan penunjukan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu sebagai utusan khusus (spesial envoy) presiden untuk persoalan etnis Rohingya di Myanmar.
“Saya berharap Pak Jusuf Kalla dengan pengalamannya yang luas bisa menjadi ‘special envoy’ kita, agar kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan Rohingya tidak menimbulkan salah pengertian Myanmar, tapi juga benar-benar membantu saudara kita etnis Rohingya,” kata Yudhoyono usai menerima JK di kantor kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Presiden mengaku, sebelum berangkat ke Myanmar beberapa waktu lalu yang diterima baik oleh presiden dan para pejabat Myanmar, telah berkomunikasi dengan JK.
Presiden juga merujuk pada kesuksesan JK saat mengatasi konflik horizontal di Poso dan Ambon. Menurut Presiden, kondisi yang terjadi di Myanmar kurang lebih sama.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah itu, kata dia, antara lain kesedian membantu pembangunan rumah dan pembagian bahan makanan bagi para pengungsi.
Sebelumnya, JK menjadi orang luar yang mendapat kehormatan yang diizinkan melihat langsung lokasi bentrok antara suku Rohingya dan Rakhine.
Presiden Myanmar langsung menerima JK dan sangat mengapresiasi keaktifan JK terlibat mengatasi masalah itu.
Usai berkunjung ke sana, JK juga meluruskan berbagai ketidaktepatan dalam pemberitaan terkait masalah etnis Rohingya itu termasuk oleh berbagai media di Indonesia.
Menurut JK, yang terjadi di sana, bukanlah genosida atau pun pengusiran terhadap warga Rohingya yang kebetulan beragama Islam. Yang terjadi, kata dia, adalah konflik yang dipicu kasus kriminal antara suku Rohingya dengan suku Rakhine yang mayoritas beragama Budha yang kemudian melebar menjadi perang antar kedua suku tersebut.
Di kedua belah pihak, kata JK, jatuh korban. Baik yang meninggal dunia, korban pengrusakan maupun warga yang jadi pengungsi. Tapi memang dia mengakui, warga Rohingya yang mengungsi jauh lebih banyak dibanding suku Rakhine. (SPC-15)




























Saya sebenarnya berharap, JK lebih aktif membangun negeri kita sendiri, dari pada haris keluar negeri.
Buktikan pak!