Sabtu, 18 Mei 2013
Home » Peluang Usaha, Pilihan, Terkini » Gurihnya Jualan Beduk di Tanah Abang

Gurihnya Jualan Beduk di Tanah Abang

(ant)

SPC, Tanah Abang–Kemeriahan merayakan malam takbiran di bulan Ramadan tak akan lengkap tanpa diiringi bunyi bedug.Hal itu yang membuat penjualan bedug ikut ramai. Seperti yang disampaikan pedagang bedug di Jalan KH Mansyur, Tanahabang, Jakarta Pusat. Penjual bedug ini hampir setiap tahun berjualan bedug. Beragam ukuran bedug dipajang di trotoar sepanjang jalan menuju Thamrin City.

Harga bedug yang dijual disesuaikan ukuran dan jenis kulit. Rata-rata pedagang di sana mematok harga bedug kulit kambing dengan diameter 30 sentimeter antara Rp 125.000 hingga Rp 150.000 per buah, sementara jika menggunakan kulit sapi harganya Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per buah. Untuk ukuran 70 sentimeter, bedug dengan kulit kambing harganya Rp 400.000 hingga Rp 500.000 per buah, sementara jika kulit sapi Rp 700.000 hingga Rp 800.000 per buah. Dengan demikian omzet jualan beduk satu pedagang bisa mencapai Rp 28 juta per hari.Wow.

Bedug yang dijual ini rata-rata menggunakan drum bekas cairan kimia sebagai badan bedugnya. Agar bedug tampak indah dan menarik, badan bedug dicat dengan banyak warna.

Ahmad Rifaldi (16) mengatakan, setiap hari sejak puasa pertama Ramadhan 1433 H bersama kakaknya, Alfin (19), menjual bedug yang dibuat oleh pamannya, Syahrul (35). “Yang paling laku sih yang ukurannya 30 sentimeter dengan kulit kambing,” ujar remaja yang masih duduk di kelas X SMK Kebonjeruk, Jakarta Barat ini. Dia mengaku tetap berpuasa meski menjual bedug di bawah terik matahari, beberapa waktu lalu.

Ahmad menambahkan, pada 10 hari pertama Ramadan, dia dan kakaknya sudah menjual hampir 30 buah bedug. Ia biasa menjual bedugnya setelah pulang sekolah, yaitu pukul 12.00 hingga pukul 23.00. Sementara di H-7 lebaran, dia berniat akan berjualan selama 24 jam.

Selain bedug yang terbuat dari drum bekas, Ahmad juga menjual bedug yang badannya terbuat dari drum plastik. Karena drum plastik tersebut harus dilapisi dengan dua kulit di bagian atas dan bawah, harganya lebih mahal, yakni berkisar Rp 600.000 hingga Rp 800.000 per buah.

Dia mengatakan, Syahrul adalah penjual kambing dan sapi di Pasar Inpres Lontar Tanahabang, Jakarta Pusat atau yang biasa dikenal dengan Pasar Sabeni. Bisnis menjual kambing, sapi, dan membuat bedug, menurut Ahmad, merupakan bisnis keluarganya.

Laris manis

Sementara itu, pedagang bedug yang lain, Benn (47) mengatakan penjualan bedugnya laris manis. Bahkan, sejak berjualan pada Jumat (27/7) sampai Senin (30), dia juga menjual sepuluh bedug dari kulit kambing.

Ia mengatakan, bedug yang paling laris adalah yang terbuat dari kulit kambing karena harganya yang murah dan terjangkau. Pria yang sehari-hari juga berjualan kambing dan sapi di Pasar Sabeni ini mengatakan hanya mengambil untung sekitar Rp 30.000 hingga Rp 60.000 per bedug.

Menurutnya, membuat bedug tak perlu waktu lama, justru yang sulit adalah mencari kulit kambing yang berkualitas baik. Benn yang mulai berjualan pukul 07.00 hingga pukul 18.00 ini menggunakan kulit kambing Jawa yang berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah. Jika pembeli hanya ingin mengganti kulit bedugnya saja, Benn juga menawarkan kulit dan jasa penggantian. Ia juga menjual kulit kambing dan sapinya. Harganya mulai Rp 80.000 hingga Rp 125.000. Lama penggantian kulit bedug hanya dua sekitar jam.

Benn mengaku kendala saat berjualan bedug adalah ketika hujan karena ia harus menutupi barang jualannya agar kulit bedug tidak rusak. “Dulu saya juga membuat aneka rebana dan kendang, namun karena peminatnya sedikit, saya tidak menjual lagi,” ujar pria yang memiliki satu istri dan tiga putra itu.

Di sisi lain, ada juga pedagang yang menjual pajangan bedug untuk mempercantik rumah atau masjid. Tommy (45) mematok harga pajangan bedugnya yang berdiameter sekira 50 cm seharga Rp 500.000 untuk kulit kambing, dan Rp 600.000 untuk kulit sapi. Ia juga menjual kaki pajangan ataupun kaki bedug secara terpisah berbahan kayu bambu.

Lain halnya dengan M Fatullah (50), juragan sapi dan kambing di Pasar Sabeni, menjual bedug yang terbuat dari kayu. Pria yang sudah hampir 30 tahun menjual sapi dan kambing ini mematok harga bedug kayunya dengan harga Rp 5-12 juta. Menurutnya, harganya mahal karena proses pembuatan bedug kayu ini membutuhkan bahan yang mahal seperti kayu, dan memakan waktu yang lama. Pria yang juga merintis usaha Aqiqah, Qurban, dan menerima katering kambing guling untuk pesta ini mengatakan, pada tahun 2011, dia mampu menjual sebanyak 100 bedug berdiameter 30 cm dan 100 bedug berdiameter 70 cm. (wartakota/spc-05)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

© 2013 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile