Rabu, 30 Juli 2014
Home » Pilihan, Suara Pemerintah, Terkini, UMKM » UKM Kena Pungli, Ibarat Bayi Dikasih Makan Coto Makassar

UKM Kena Pungli, Ibarat Bayi Dikasih Makan Coto Makassar

Ilustrasi (Foto: IST)

SPC, Jakarta – Maraknya pungli di berbagai layanan publik, membawa dampak mematikan bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Khususnya UKM yang baru dalam tahap memulai usaha, banyaknya biaya-biaya tak resmi itu bak memberi bayi makanan keras atau yang tak sesuai dengan usianya.

“Ya, dampak pungli itu berat. Ibarat bayi dikasih makan masakan padang atau makan coto Makassar. Langsung kepedasan dan mual,” ujar Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara Harun kepada Suarapengusaha.com di Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Tidak sedikit UKM yang kemudian tidak bisa bertahan alias gulung tikar sebelum mencapai apa-apa.

“Kalau bisa survice, itu bayi ajaib. Bagi yang tidak bisa survice, ya, wassalam alias gulung tikar,” jelas dia.

Harry mengatakan, tiap tahun, biaya tak resmi tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Tak hanya dalam urusan usaha, urusan keseharian masyarakat pun tak lepas dari pungli. Mulai dari urus KTP, SIM, Surat Izin Usaha, Surat Kawin, Surat Cerai hingga Surat Kematian, jelas dia, ada punglinya.

“Di sektor transportasi saja, hitungannya telah mencapai sekitar Rp 25 triliun per tahun. Kalau digabung semua pungli, wah, ya lebih dari Rp 100 triliun,” jelas dia. (SPC-15)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 199 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile