Wanita Ini Nyelinap di Defile Kontingen India di Olimpade London, Lalu Minta Maaf
Pilihan, Sport, Terkini Saturday, August 4th, 2012 - 01:08 pm
Madhura Nagendra, berbaju merah dengan celana biru saat menyelinap di barisan kontingen India pada pembukaan Olimpiade London 2012 (Foto: Getty Images/Cameron Spencer)
SPC, Jakarta – Ada-ada saja catatan unik yang tak terduga di ajang Olimpiade, termasuk yang sekarang digelar di London.
Perebutan medali sudah tentu saja itu wajib, dan melahirkan banyak kejutan di sana. Tapi, bukan cuma itu, ternyata juga tercatat banyak kekonyolan terjadi.
Di antaranya, saat pembukaan Olimpiade Londong pada 27 Juli 2012. Kejadian konyol itu saat defile kontingen India sedang melenggang.
Dengan seragam khas, dipimpin pembawa bendera India, Sushil Umar, yang juga atlit gulat India yang akan berlaga.
Tak dinyana, tiba-tiba seorang wanita nyelonong, menyelinap ke barisan kontingen negara Bollywood itu. Dengan percaya diri, dia ikut berbaris hingga selesai.
Pemandangan itu menjadi tidak biasa karena selain aksinya yang diluar dugaan, juga karena dia berbeda sendiri dari kontingen yang menggunakan seragam. Sementara dia, cuma memakai sejenis celana sweater berwarga biru langit dan baju kaos merah. Kontras dengan seragam kontingen yang di dominasi warna kuning dan hitam.
Usut punya usut, wanita itu diketahui bernama Madhura Nagendra. Seorang mahasiswi asal Bangalore, India, yang kuliah di Inggris.
Awalnya, di berbagai pemberitaan dia disebut sebagai penyusup yang menerobos pengamanan. Dia membantahnya. Dia mengaku tidak menerobos sistem keamanan apapun karena dia sendiri bagian dari kegiatan. Ternyata, dia tercatat sebagai salah seorang sukarelawan di acara itu sehingga memiliki akses ke dalam arena.
Namun, yang menarik, seperti dilansir Reuters, menyadari tindakan kontroversinya, dia segera meminta maaf.
“Saya telah salah karena memutuskan untuk berjalan dengan kontingen India. Saya seorang sukarelewan Olimpiade. Ya, saya telah membuat banyak orang marah dan menimbulkan sentimen, saya meminta maaf atas kesalahan tersebut,” jelas dia.
Ada-ada saja. (SPC-15)



























