Insiden Diskualifikasi di Olimpiade London 2012
Erick Thohir: Sudah Berjuang untuk Bangsa, Jangan Hakimi Mereka
Pilihan, Sport, Terkini Friday, August 3rd, 2012 - 11:32 amSPC, Jakarta – Keputusan diskualifikasi atas pasangan ganda putrid Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii memang memalukan. Tapi juga sekaligus menyakitkan.
Tidak hanya bagi kontingen Indonesia, tapi juga bagi kedua pemain yang dinilai sudah berusaha bermain maksimal, serta menjadi korban dari pembiaran oleh Federasi Bulut Tangki Dunia (Badminton World Federation/BWF).
Karena itu, Chef de Mission kontingen Indonesia Erick Thohir minta publik agar tidak menghakimi kedua pemain yang berkali-kali membanggakan Indonesia itu.
Erick menjelaskan, kekalahan Greysia-Meiliana itu bukan karena ingin kalah seperti yang menjadi dasar diskualifikasi. Saat pertandingan itu, kata dia, Greysia baru sembuh dari cedera bahu kanan.
Selain itu, Greysia-Meiliana yang peringkat 12 dunia sudah sering kalah dari pasangan Korea itu Ha/Kim yang berada di peringkat tiga dunia.
“Saya yakin ganda putri kita juga sudah berusaha maksimal di lapangan. Jangan hakimi mereka, lebih baik kita berikan dukungan moral yang kuat bagi atlet-atlet yang sudah berjuang untuk bangsa,” tegas dia.
Dia juga tidak melihat Greysia-Meiliana bermain untuk kalah. Sebab, pertandingan sendiri berlangsung rubber set atau tiga game karena ada perlawanan. Dia juga menegaskan tidak ada perintah dari pelatih untuk mengalah.
Sebaliknya, menurut dia, kekalahan pasangan China, Wang iaoli/Yu Yang yang harus dipertanyakan.
“Coba bayangkan, juara dunia, rangking satu dunia, cuma main 20 menit. Unforced error hampir 70%. China sudah berapa kali melakukan hal ini? Di Indonesia Open juga mereka melakukan hal yang sama. Yang dipertanyakan ya seharusnya yang bermain 20 menit ini.”
Dia menuturkan, dari total 99 game yang dimainkan antara pemain China, 20 game tidak dilanjutkan dengan alasan cedera.
“Kemarin mereka melakukannya lagi karena mereka tidak mau bertemu dengan pemain China lainnya di semifinal,” tandas Erick yang telah menyatakan segera mengajukan pengunduran diri dari Chef de Mission sebagai pertanggungjawaban atas kegagalan meraih emas pada Olimpade London 2012 itu. (SPC-15)



























