LPEKN: Kalau IMF Diutangi, Pemerintah Matanya Buta!
Global, Pilihan, Terkini Tuesday, July 10th, 2012 - 03:56 pmSPC, Jakarta – Rencana pemerintah membeli surat utang Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) ditentang Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN).
Ketua LPEKN Sasmito Hadinegoro juga mengajak rakyat Indonesia untuk menolak pemberian pinjaman sebesar US$ 1 miliar kepada IMF.
“Kalau sampai pemerintah setuju IMF diberi bantuan US$ 1 miliar, itu matanya sudah dibutakan! Saya mau menujukkan fakta, US$ 1 miliar itu mau dicopet sama mereka (IMF),” kata Sasmita di Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Saat ini, IMF butuh pinjaman dana sebesar US$ 43 miliar untuk menyelamatkan krisis ekonomi di Eropa. Sementara negara-negara G20 telah berkomitmen untuk menyediakan dana tersebut termasuk Indonesia.
Bahkan, Sasmito menyebut pembayaran obligasi rekap maupun kucuran dana US$ 1 miliar yang berasal dari cadangan devisa akan dijarah oleh IMF untuk kepentingan negara-negara pemberi utang. Selain itu, ada kepentingan-kepentingan atau deal-deal tertentu antara IMF dengan Presiden SBY.
Sasmito juga menyebut pembayaran obligasi rekap (OR) per 2013 sudah mencapai Rp 10 triliun dan hal itu merupakan bentuk “pornografi keuangan negara” yang jauh lebih besar dari korupsi di Kementerian Agama maupun Hambalang.
Untuk diketahui, pemerintah telah secara resmi menolak untuk membatalkan obligasi rekap. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo melalui Jawaban Pemerintah Terhadap Pandangan Fraksi-fraksi DPR Mengenai RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2011 dalam Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR Jakarta, minggu lalu. (RIA)



























