Kamis, 23 Mei 2013
Home » Peluang Usaha, Pilihan, Terkini » Meraup Fulus dari Maraknya Perselingkuhan di Singapura

BISNIS DETEKTIF SWASTA

Meraup Fulus dari Maraknya Perselingkuhan di Singapura

Ilustrasi (Foto: IST)

SPC, Singapura – Ada banyak pandangan miring soal profesi satu ini, detektif swasta. Begitu ujarLawrence Koh, direktur Jasa Investigasi SK, Singapura. 

Kehidupan seorang detektif swasta (private investigation/PI) diwarnai juga oleh kegembiraan dan hal-hal yang berat.  Mulai dari menyamar, menyiapkan perangkap, bahkan sampai, kemungkinan melanggar hukum. Tujuannya, cuma satu agar bisa memecahkan sebuah kasus.

Seiring dengan banyaknya masalah yang dipikul oleh warga Singapura, bisnis ini kian moncer. Mulai dari soal persaingan bisnis sampai yang paling sering adalah menangani kasus perselingkuhan , ujar pria 43 tahun ini.

Maka tidak heran bila kliennya dari semua lapisan masyarakat berbondong-bondongmendatangi kantornya di Jalan Guillemard, Singapura, untuk memesan jasanya.

Ada tren menarik yang diungkapkan Koh. Yakni bila dulunya lebih banyak wanita yang menjadi klien mereka, 10 tahun terakhir perusahaannya lebih banyak dikunjungi klien pria. Atau, semakin banyak pria yang diselingkuhi oleh istrinya.

“Menariknya, saya melihat lebih banyak klien pria datang ke kami. Sepuluh tahun yang lalu, kami memiliki lebih banyak perempuan datang kepada kami untuk jejak pasangan mereka,” katanya sambil tertawa kecut.

Akhiri Kegalauan

Apa tugas dari perusahaan Koh? ”Tugas kami adalah untuk meringankan keraguan atau kegalauan dari klien kami,” pungkas Koh. Koh telah meniti karir sebagai detektif swasta sejak tahun 1988 setelah sebelumnya bekerja buat pemerintah.

Pada tahun 2004, dia mendirikan perusahaan sendiri dan sekarang mempekerjakan 12 detektif - baik pria maupun wanita – untuk menangani berbagai kasus. Bisnisnya semakin seksi sejalan tingginya permintaan.

Itu sebabnya, Koh tidak memasang tarif murah. Untuk sepekan kliennya harus membayar membayar sampai $ 5.000 untuk (Rp 37 juta) setiap kasus perselingkuhan. Koh mengakui, dia datang mengawasi dimana saja di sudut-sudut Kota Singapura mulai dari klub swankiest, hotel-hotel, sampai distrik lampu merah Geylang.

Adalah hal biasa menonkrongi satu tempat selama berjam-jam sampai tengah malam bagi Koh dan stafnya. Sebab itu bagian dari pekerjaan pengintaian. Untuk lebih afdol, semua kru-nya dibekali dengan berbagai gadget terbaru dan tercanggih mulai dari kamera DSLR untuk spycams kecil yang tersembunyi di dalam gantungan kunci.

Namun satu yang selalu dihindari adalah detektif swasta tidak suka melanggar hukum dan etika moral.Istri dan anak Koh sudah mewanti-wanti agar dirinya tidak boleh terpengaruh oleh jebakan wanita. Pahitnya, Koh pernah diminta seorang wanita untuk menanam perangkat GPS di mobil suaminya.

Koh menolak untuk melakukannya, sebab mobil itu sejatinya bukan milik suaminya.

“Saya akan melakukan yang terbaik untuk membuat klien senang,” katanya.

Dia bilang, beratnya bisnis ini, ”terkadang klien mengharapkan kita untuk menjadi seperti Superman dan melakukan apa saja hanya karena mereka membayar kami uang tunai.”

Koh juga akan menolak melanggar lampu lalu lintas hanya karena dia sedang memuntuti seorang suami, dan hilang jejaknya. Saat semacam ini pun dia selalu dimarahi kliennya.

“Seorang wanita memarahi kami sebab kehilangan jejak suaminya. Semacam itu kami tidak akan melakukan.”

Meskipun banyak dukanya, Koh mencintai pekerjaannya.

“Bekerja dalam pekerjaan di mana Anda melihat begitu banyak kasus perselingkuhan, bisa bikin Anda cepat lelah,” katanya.

Namun agar tetap semangat, karyawannya diajari agar seakan-akan sedang membantu keluarga sendiri yang dicurangi.

Saat ini Koh jarang mengintai di Singapura. Koh lebih banyak ke China untuk mengintai ke sana.

“Lokasi mungkin telah berubah, tapi pekerjaan adalah yang sama saya masih menghabiskan jam-jam saya  mengintai hotel ketika saya di luar negeri,” ujar Koh. (AsiaOne/SPC-05)

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

© 2013 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile