Menteri Armida: Pemerintah Tak Mau Pengalaman di Proyek 10.000 MW Terulang di JSS
Pilihan, Suara Pemerintah, Terkini Wednesday, July 4th, 2012 - 02:08 pmSPC, Jakarta – Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana membantah pemerintah telah menyetujui pengambialihan studi kelayakan proyek Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS)/ Jembatan Selat Sunda (JSS).
Namun, Armida mengakui, untuk proyek ini pemerintah sangat berhati-hati agar pengalaman buruk di proyek pembangkit listrik 10.000 MW yang banyak dibiayai investor China tidak terulang pada proyek JSS ini.
Dia mengakui banyak investor yang tertarik dengan proyek itu. Tidak hanya China seperti selama ini banyak menghiasi pemberitaan. Menurut dia, ada juga investor yang tertarik dari Korea dan Jepang yang sudah mengindikasikan minatnya.
“Pemerintah tetap berhati-hati dengan investor yang tertarik investasi proyek-proyek strategis Indonesia. Lambannya realisasi proyek energi 10.000 megawatt yang didominasi investor China, menjadi pelajaran bagi pemerintah. Pemerintah tidak ingin kejadian ini terulang kembali pada proyek lain,” kata Armida di kantornya, Jakarta, Rabu (4/7/2012).
Sebelumnya, Kepala BKF Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, faktor kehati-hatian dan pengalaman buruk dalam proyek pembangkit listrik dengan investor China itu.
Bambang juga mengatakan, pemerintah telah satu suara untuk mengambil alih pelaksanaan studi kelayakan proyek itu.
Berdasarkan Perpres sebelumnya yang direncanakan akan direvisi, pemrakarsa proyek, yakni konsorsium Artha Graha Network bersama Pemda Lampung-Banten yang akan melakukan studi kelayakan itu.
Konsorsium pun, sudah menjajaki kerjasama dengan calon investor strategis. Bahkan, menurut bos Artha Graha, Tomy Winata, sejumlah BUMN China telah menyatakan kesediaan untuk menjadi investor pada proyek itu. (SPC-15)






























pejabat negara ko ga jaga omongannya c, malah ngelakuin kebohongan publik….