China Minati JSS, Pemerintah Teringat Trauma Dengan Proyek Listrik 10.00 MW
Market, Pilihan, Suara Pemerintah, Terkini Tuesday, July 3rd, 2012 - 05:20 pmSPC, Jakarta – Rencana pemerintah menggeser dominasi China pada proyek pembangunan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS/JSS) tak sekedar memberi ruang untuk investor lain.
Tapi juga karena pengalaman ‘buruk’ proyek-proyek yang ditangani investor asal China, khususnya pada proyek pembangkit 10.000 MW.
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro, karena proyek itu sangat vital dan strategis, pemerintah ingin yang mengerjakannya adalah investor dan kontraktor terbaik. Dan untuk teknologi jembatan seperti itu, tidak hanya China yang menguasainya.
“Lagian pertama, apa cuma China yang the best? Kan masih ada Korea Selatan, Jepang. Masih ada negara lain. Kan kalian ingat proyek fast track I, 10.000 MW, kan semuanya China sampai kontraktornya. Apa yang terjadi coba sekarang ? Apa? Kamu tahu nggak, lambat. PLN mengeluh spesifikasinya dan lain-lain,” beber Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Meski begitu, kata dia, pemrakarsa tetap bisa ikut tender walau studi kelayakannya dikerjakan pemerintah. Dengan modal komitmen pendanaan dari China, kata dia, konsorsium pemrakarsa sudah punya modal untuk berkompetisi dengan calon investor lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan. (SPC-15)





























