Gereja Kelahiran Yesus Jadi Warisan Budaya Dunia, Rakyat Palestina Bersukacita
Global, Pilihan, Terkini Saturday, June 30th, 2012 - 06:29 pmSPC, Jakarta – Unesco, sebuah lembaga di bawah PBB, menetapkan Gereja kelahiran Yesus di Betlehem sebagai warisan dunia.
Penetapan gereja yang biasa dikenal dengan nama Nativity Church itu dilakukan melalui pemungutan suara secara rahasia dalam sidang umum UNESCO ke-36 di St Petersburg, Rusia yang digelar kemarin, Jum’at (29/6/2012).
Bagi penduduk Palestina, ini momen luar biasa. Sebab, status warisan dunia itu diikuti dengan keterangan sebagai milik Bangsa Palestina.
Konsekuensinya, pengakuan tempat bersejarah bagi umat Kristiani itu juga menjadi pengakuan dunia atas keberadaan Palestina yang saat ini masih berjuang untuk diakui.
Tak ayal, gegap gempita sukacita warga Palestina membahana dimana-mana. Kantor kepresidenan Palestina pun memberi respons.
“Ini hari bersejarah untuk keadilan. Pengakuan global dari hak-hak rakyat Palestina adalah kemenangan untuk perjuangan kami dan keadilan. Keputusan ini menunjukan bahwa secara alamiah dunia memihak kami dan mengakui rakyat serta negara Palestina,” kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Mahmud Abbas seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/6/2012).
Sementara juru runding Palestina, Saeb Erakat menilai penetapan itus ebagai “hari bersejarah”. Keputusan Unesco itu sebagai langkah baru di jalan panjang menuju pengakuan dunia akan negara palestina sesuai batas-batas tahun 1967 dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya.
Kritik keras justru, seperti biasa, muncul dari Amerika Serikat dan, tentu saja Israel. Menurut PM Israel keputusan itu membuktikan Unesco dipengaruhi motif politik dan bukan kebudayaan.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor menilai pengukuhan itu sebagai panggung keabsurdan.
Sementara Amerika Serikat, melalui perwakilannya di Unesco mengatakan, “sangat kecewa atas keputusan itu.”
keputusan Unesco ini merupakan yang terheboh kedua yang pernah dilakukan terkait Palestina. Pada Oktober tahun lalu, Unesco juga resmi menerima Palestina sebagai anggotanya. Itu berarti, Palestina diakui sebagai entitas negara, sama dengan anggota-anggota lainnya.
Sementara Palestian sendiri mengajukan situs yang menjadi daya tarik wisatawan dunia karena situs itu memerlukan perbaikan yang sangat mendesak. Beberapa kerusakan cukup berat terjadi pada bangunan itu akibat gempa dan juga karena faktor usia.
Penetapan Nativity Church itu, juga bersamaan dengan penetapan Subak di Bali, Indonesia sebagai warisan dunia. (SPC-15)




























@sofyan ..anda jangan menghina Islam..nanti kepala anda dipotong sama FPI…MAU? hati2 alamat ip anda bisa dilacak kok…
RAKYAT PALESTINA BERSULACITA,,,,,,,,,,TP ISLAM INDONESIA CEMBERUT,,,mengapa justru gereja,td msajd atau kotak hitam di mmekkah itu?