Kebanyakan Produksi Sarjana Politik dan Komunikasi, Industri Indonesia Tak Kompetitif
KADIN, Pilihan, Terkini Friday, June 22nd, 2012 - 02:02 pmSPC, Jakarta – Ekonomi Indonesia yang besar dan sedang bertumbuh dengan lincah diperkirakan tetap tak akan bisa bersaing ke depan. Pasalnya, tidak didukung dengan ketersediaan SDM yang sesuai untuk dunia industri sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi.
Akibatnya, industri Indonesia tidak bisa bersaing dengan negara lain. Bagaimana mau kompetitif. Ternyata, perguruan tinggi Indonesia lebih banyak memroduksi sarjana bidang politik dan komunikasi dibanding sarjana di bidang teknik atau sains.
“Indonesia memiliki banyak sarjana tetapi kebanyakan di bidang politik dan komunikasi. Dari lulusan Universitas Indonesia setiap tahunnya, hanya 10% yang merupakan sarjana science,” ungkap Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Transportasi Kadin Indonesia Peter F. Gontha dalam Forum Alumni Wharton di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/6/2012).
Gara-gara itu, tak heran bila industri yang berkembang di Indonesia berbeda dengan di negara lain. sebagai contoh, kata dia, kalau Jepang memiliki Sony, Honda, Mitsubishi dan Panasonic. Kemudian, Korea memiliki Hyundai dan Samsung dan China memiliki Huawei.
“Sedangkan Indonesia, industri yang maju adalah Gudang Garam, Djarum, dan Indomie,” ujarnya.
Peter memastikan, bila tak menambah SDM setingkat doktoral di bidang sains beberapa tahun mendatang, Indonesia tidak akan bisa bersaing. (SPC-15)





























