Ini Dia Alasan Pacific Royale Airways Main Full Service
Korporasi, Market, Pilihan, Terkini Thursday, June 7th, 2012 - 04:47 pmSPC, Jakarta – Muncul sebagai maskapai baru, Pacific Royale Airways tidak mau tanggung-tanggung. Tidak mau mengikuti pakem umum yang cenderung memilih layanan low cost carrier (LCC). Tapi, memilih full service, jenis layanan yang selama ini hanya diisi oleh Garuda Indonesia.
Lalu, kenapa ketika maskapai berlomba-lomba memilih layanan LCC, justru Pacific Royale yang baru lahir, justru memilih layanan kelas elit itu?
Kepada Suarapengusaha.com, CEO Pacific Royale Airways Samudra Sukardi menuturkan alasannya.
Pertama, Pacific Royale membidik kelas menengah ke atas. Menurut mantan petinggi maskapai Garuda Indonesia itu, selama ini semua maskapai dan hampir semuanya melayani LCC. Layanan itu umumnya adalah untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah.
“Masyarakat kita kan tidak semuanya kalangan menengah ke bawah. Sebagiannya juga adalah menengah ke atas. Itu pangsa pasar kita,” jelas dia.
Kedua, peningkatan pendapatan per kapita yang meningkat. Masih terkait dengan alasan pertama, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat telah mendorong tingginya kebutuhan untuk layanan full service karena meningkatnya daya beli konsumen.
Ketiga, kebutuhan untuk layanan full service masih besar. Samudera mencontohkan, saat ini, kalau hendak terbang dengan kelas full service dengan Garuda Indonesia, baik untuk penerbangan di dalam negeri ataupun ke luar negeri, banyak sekali antrian pembeli tiket.
“Kalau pesan business class saja, selalu penuh. Tidak ada tempat. Jadi pasarnya jelas dan besar karena banyak juga masyarakat kita yang middle-up class,” kata dia.
Ketiga, pemain full service masih sepi. Sejatinya, di Indonesia selama ini hanya Garuda Indonesia yang benar-benar memberi total full service. Beberapa maskapai menyediakan kelas bisnis hanya beberapa seat di penerbangannya. Sebagian besarnya, sisanya, adalah penumpang LCC.
“Meski begitu, kami tidak head to head dengan Garuda. Sebab, kita tidak ambil pasar Garuda dan rute-rutenya juga berbeda,” tandas dia. (SPC-15)




























