Canangkan Gerakan Hemat BBM & Listrik Nasional, SBY Tetapkan 5 Kebijakan
Pilihan, Suara Pemerintah, Terkini Tuesday, May 29th, 2012 - 08:35 pmSPC, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyuno (SPC) mengumumkan gerakan hemat bahan bakar minyak (BBM) dan listrik nasional dalam pidatonya malam ini.
Dalam pidatonya, SBY memaparkan lima kebijakan. Kebijakan itu sendiri bukanlah hal baru. Sudah pernah dipaparkan oleh SBY maupun para menterinya sejak dua bulan lalu.
Berikut adalah lima kebijakan dimaksud:
1. Pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU menggunakan sistem IT. Setiap kendaraan pengguna BBM bersubsidi akan didata secara elektronik baik data mobilnya maupun penggunaan BBM bersubsidinya. Dengan itu, konsumsi BBM bersubsidi dapat dikendalikan secara transparan dan tepat sasaran.
2. Seluruh kendaraan pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Sebagai penandanya, akan menggunakan stiker.
3. Kendaraan perusahaan perkebunan dan pertambangan dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Sebagai pembedanya, menggunakan stiker khusus. Pengawasan ketat untuk hal ini akan dilakukan oleh BPH Migas dan aparat penegak hukum lainnya.
4. Melaksanakan konversi BBM ke BBG untuk transportasi sebagai program utama nasional untuk mengurangi ketergantungan BBM. Untuk mendukung hal itu, akan dibangun 33 SPBG dan 8 SPBG yang sudah ada akan direvitalisasi. Juga akan dibagi sebanyak 15 ribu converter kit untuk angkutan umum.
5. Penghematan listrik dan air di kantor-kantor pemerintahan, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD serta penerangan jalan yang diberlakukan Juni 2012. (SPC-15)





























