Rabu, 22 Mei 2013
Home » Market, Pilihan, Terkini » Wah, Jadi Pengusaha, Toefl Harus di Atas 600?

Wah, Jadi Pengusaha, Toefl Harus di Atas 600?

Ilustrasi test Toefl (Foto: IST)

SPC, Depok – Ada syarat baru untuk jadi pengusaha dari Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Menurut dia, jadi pengusaha itu harus punya kemampuan berbahasa Inggris atau Toefl di atas 600.

Apa alasannya? Nah, Gita mereferensi pengalaman Brazil beberapa tahun lalu. Dalam ceramahnya di depan mahasiwa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (22/5/2012), Gita membeberkan pengalaman Brazil tersebut.

Pada 1973, negara itu harus mengimpor semua kebutuhan, mulai dari sapi hingga beras dan jagung.

“Tetapi kemudian pemerintah Brazil melakukan terobosan yaitu mengirimkan 3.000 karyawan untuk belajar ke luar negeri. Dan setelah kembali ke negaranya, 15 tahun kemudian, Brazil berhasil swasembada, bahkan pada 2011 Brazil menjadi negara eksportir terbesar di bidang pertanian dan peternakan. Ini karena kemampuan SDM Brazil untuk melakukan negosiasi bisnis ke negara-negara lain,” kata dia.

Nah, kemampuan bernegosiasi para pengusaha Brazil itu tidak lepas dari kemampuan berbahasa Inggris mereka.

“Pengusaha kita harus mampu melakukan negosiasi-negosiasi bisnis jika ingin bersaing dengan negara lain. Tentu harus didukung dengan kemampuan toefl di atas 600,” tandas dia. (TIO)

Berita Terkait

2 Comments for “Wah, Jadi Pengusaha, Toefl Harus di Atas 600?”

  1. Kalau ingin maju memang semua orang harus pintar bahasa Inggris. tapi yang aneh banyak orang malah khususnya pemerintah yang paranoid, ketika bahasa inggris diajarkan secara intensif atau didirikan sekolah internasional, para menteri khususnya menteri pendidikan dan kebudayaan ketakutan budaya dan bahasa Indonesia/daerah ditinggalkan. KETAKUTAN YANG TIDAK BERALASAN, saya pernah tinggal di Singapore dan Malaysia, disana bahasa Inggris menjadi bahasa nasional tapi orang orang di sana masih lancar bahasa daerah dan bahasa nasional

  2. setuju bahwa pengusaha harus bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik, tetapi bukan TOEFL 600 ukurannya. TOEFL dengan kisaran nilai 310-677 sudah tidak valid lagi sekarang, yang ada adalah TOEFL iBT dengan kisaran nilai 0-120.
    lagipula TOEFL bukanlah alat ukur untuk komunikasi bahasa Inggris, tapi untuk kebutuhan akademik, kasihan pengusaha harus berkutat dengan soal2 akademik di TOEFL (yang tidak akandipakai ketika bernegosiasi)
    sebaiknya gunakan TOEIC (Test of English for International Communication), yang memang ditujukan untuk menguji kecakapan komunikasi bahasa Inggris, kedua tes tersebut sama2 diciptakan oleh ETS (Educational Testing Service) untuk kebutuhan berbeda. TOEFL untuk melanjutkan studi, TOEIC untuk kebutuhan yang lebih umum dan cocok untuk pengusaha, profesional dan pekerja.

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

© 2013 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile