Wah, Ketenaran Lady Gaga Tak Dongkrak Penjualan Kaset dan Asesorisnya
Global, Market, Pilihan, Terkini Monday, May 21st, 2012 - 05:44 pmSPC, Jakarta – Boleh saja Lady Gaga sedang bikin geger beberapa negara, dan khususnya Indonesia. Baik karena ketenaran maupun kontroversinya.
Ternyata, itu tidak serta merta berdampak pada laris manisnya kaset atau asesoris terkait Lady Gaga di pasaran.
Pantaun Suarapengusaha.com di beberapa toko penjualan VCD/DVD di Jakarta menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan alias biasa saja.
“Biasa saja mas penjualan kasetnya. Paling 10-15 keping per hari. Saya sendiri sih sudah lihat lagu dan klipnya,” ujarnya Rustandi, karyawan Blue-Ray Disc di Glodok kepada Suarapengusaha.com, Selasa (21/05/2012).
Pendapat serupa juga dikatakan Ana. Bahkan menurut dia, penjualan kaset boy band asal Korea, Super Junior dan Justin Bieber yang pernah konser di Indonesia bisa terjual sekitar 50 keping per harinya.
Apakah soal perizinan konser itu yang tidak kunjung beres ikut berdampak pada penjualan kaset dan asesoris, Rustandi melihat kemungkinan itu.
”Kemungkinan karena izin konsernya yang belum jelas jadi orang-orang juga masih menunggu membeli kasetnya,” kata Rustandi.
Di toko kaset Disc Tarra di pusat perbelanjaan Atrium Senen, Jakarta Pusat, malah keadannya lebih parah. Kristian, karyawan Disc Tarra mengatakan, lagu-lagu Lady Gaga tidak lagi dijual di tempat itu. Padahal toko itu sempat jadi salah satu agensi penjualan tiket konser Lady Gaga.
”Alasan untuk tidak menjual lagu-lagu Lady Gaga tidak jelas karena demikian instruksi dari kantor pusatnya,” ujarnya.
Sedangkan di toko buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, penjualan juga seret. Hanay sekitar 5-10 keping. Menurut Sri Rejeki, karyawan di toko itu, umumnya yang dibeli adalah lagu Lady Gaga berjudul Born This Way.
“Lagu-lagu Lady Gaga kurang booming, karena klip dan cara berpakaiannya kurang mendidik khususnya untuk anak-anak. Jika cara berpakaiannya tidak seksi, pasti banyak yang beli seperti penyanyi-penyanyi luar negeri yang sudah konser di Indonesia,” kata dia. (TIO)































