Selasa, 21 Mei 2013
Home » Pilihan, Terkini » Tujuh Jam Berlalu, Keberadaan Pesawat Sukhoi Super Jet 100 Belum Diketahui

Tujuh Jam Berlalu, Keberadaan Pesawat Sukhoi Super Jet 100 Belum Diketahui

Pesawat Sukhoi Super Jet 100 (Foto: RIA Novosti/Iliya Pitalev)

SPC, Jakarta – Paska hilang kontak pada pukul 10.33 Wib, pesawat Sukhoi Super Jet 100 belum juga diketahui status keberadaannya.

“Kita belum bisa mengatakan apakah pesawat ini mengalami kecelakaan atau tidak,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo pada jumpa pers malam ini di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi.

Daryatmo menjelaskan, pencarian lewat udara sudah dilakukan sejak pesawat itu dinyatakan hilang kontak. Namun, dua helikopter yang dikirim untuk mencari, tidak bisa mendekati lokasi yang berdasarkan titik koordinat kontak terakhir pilot dengan air traffic control Bandara Halim Perdana Kusuma.

Pencarian melalui udara, kata dia akan dilanjutkan beso pagi. Sementara mala mini, tim SAR, anggota TNI AD, AU dan Polri juga sedang menuju lokasi koordinat titik kontak terakhir di Gunung Salak.

Lokasi Gunung Salak sendiri dianggap sebagai posisi lokasi terakhir kontak pesawat berdasarkan koordinat saat mengontak ATC.

Pesawat yang dipiloti oleh pilot dan copilot dari Rusia itu membawa delapan orang kru dan 42 penumpang.

“Dalam manifest terbaru yang kami dapatkan, jumlah yang ikut terbang 42 orang dan 8 orang kru,” ujar perwakilan PT Trimarga Rekatama yang adalah agen pesawat Sukhoi tersebut di Indonesia, Sunaryo.

Di antara para penumpang tersebut, terdapat lima jurnalis yang ikut meliput demo terbang tersebut. Yakni, dua wartawan majalah Angkasa yaitu Dody Aviantara dan DN Yusuf, seorang jurnalis Bloomberg, Femi dan dua reporter dari TransTv, Ismie dan Aditya Sukardi.

Pesawat itu berada dan melakukan demo terbang di Indonesia karena ada maskapai yang telah memesan pesawat penumpang tersebut. Setidaknya, dua maskapai diberitakan telah memesan, yaitu, Sky Aviation dan Kartika Airlines.

Pesawat tersebut hilang kontak dalam demo flight kedua sekitar 14.33 WIB atau 21 menit setelah lepas landa. Dari koordinat terakhir posisi pesawat diperkirakan melintas di atas Gunung Salak. Sebelumnya, sang pilot yang berasal dari Rusia sempat menghubungi air traffic control di Bandara Halim Perdana Kusuma dan mengabarkan pesawat berada di atas ketinggian 10.000 kaki.

Pilot juga minta izin turun dari ketinggian 6.000 kaki. Setelah itu, kontak terputus dan hingga sekarang pesawat belum diketahui keberadaannya. (SPC-15)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

© 2013 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile