Industri Keramik Dijepit Gas dan Barang China
Market, Pilihan, Terkini Wednesday, May 9th, 2012 - 08:47 pmSPC, Jakarta – Industri keramik. Sudah jatuh ketimpah tangga. Selain serbuan keramik China, industri keramik nasional juga “teriak” sebab harga gas naik. Sebenarnya tak sekedar naik. Soal yang paling serius adalah masalah pasokan.
Guna meredam serbuan “barang” China ini, pemerintah mulai pasang peredam yakni 3 SNI wajib. Tapi nanti September baru berlaku.
Pasar keramik dalam negeri memang bikin ngiler. Makanya, China pun terus tergiur. Omzet keramik nasional diproyeksikan akan mencapai Rp 21 triliun tahun ini.
Bahkan pada kuartal I 2012 naik 10,5% menjadi Rp 4,2 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Sehingga diperkirakan permintaan gas akan terus meningkat tajam.
Lihatah data-data ini. PT Arwana Citramulia Tbk, perusahaan terbesar ke-2, ini meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 41,37 m2 ton per tahun.
Ekspansi ini sangat perlu mengingat, ancaman ekspansi keramik asing sangat kencang. Achmad Widjaja, ketua umum Asaki, memperkirakan saat ini keramik impor mencapai 30% dari nilai pasar keramik yang tahun lalu sebesar Rp 15 triliun. Demikian dikutip InilahReview. (RC/spc-15)





























