Bosowa Resmikan Pembangunan Pabrik Semen di Banyuwangi Senilai Rp 773,45 Miliar
Korporasi, Pilihan, Terkini Monday, May 7th, 2012 - 03:33 pm
BANYUWANGI--Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta Chief Executive Bosowa (CEO) Bosowa Erwin Aksa menekan tombol peresmian Ground Breaking Pembangunan pabrik semen PT. Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi , 7 Mei 2012. Pabrik ini berkapasitas 1,2 juta ton. Di proyek ini, Bosowa berinvestasi sebesar Rp 773,45 miliar. Target pasarnya yakni Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini menyerap 18% dari total konsumsi semen Indonesia yakni sekitar 7,5 juta ton. (***)
SPC, Banyuwangi – Bosowa Group merealisasikan pembangunan pabrik semennya di Banyuwangi, Jawa Timur. Peresmian ground breaking pabrik senilai Rp 773,45 miliar itu diresmikan langsung oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Turut hadir dalam peresmian pada hari ini tersebut adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas serta Chief Executive Bosowa (CEO) Bosowa Erwin Aksa.
“Target pasarnya yakni Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini menyerap 18% dari total konsumsi semen Indonesia yakni sekitar 7,5 juta ton,” ujar Chief Executive Officer Erwin Aksa di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (7/5/2012).
Pabrik Semen Bosowa Banyuwangi dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton pertahun itu, berdiri di atas lahan seluas 180.00m2 dan dekat jalan utama serta hanya sejauh 2,5 km dari Kota Banyuwangi.
Kehadiran Semen Bosowa di Jawa Timur sendiri sudah ada sejak lama. Namun saat ini statusnya masih berupa packing plant dan baru mampu menyuplai sebesar 35.000 metrik ton per bulan, termasuk untuk Bali.
Di paparkan Erwin, total marketshare semua merek semen di Jawa Timur sebesar 5.979.268. Dari situ, marketshare Bosowa baru sebesar 12%. Itu sebabnya pihaknya akan terus menggenjot kontribusi Semen Bosowa.
Selama ini, pasokan Semen Bosowa baik pasar semen di Banyuwangi, Bali, dan NTB, masih mengandalkan suplai dari Maros Sulawesi Selatan.
“Tentu ini tidak efisien. Itu sebabnya Semen Bosowa Banyuwangi harus dibangun,” papar Ketua Dewan Pembina Hipmi ini.
Selain itu, potensi pasar lainnya, kata Erwin juga terdapat di Nusa Tenggara Barat yakni sebesar 626.000 ton. Selama ini, tidak ada pabrik semen yang terintegrasi dengan Bali dan Jawa Timur. Karena itu, kehadiran Semen Bosowa di Banyuwangi sangat strategis untuk pembangunan di wilayah tersebut.
Seperti diketahui, kata Erwin bila keseluruhan Jawa digabung dengan Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), wilayah ini mewakili 58% pasar semen nasional dengan total produksi per tahun sebesar 23,7 juta ton per tahun. (SPC-15)




























