Senin, 20 Mei 2013
Home » Peluang Usaha, Pilihan, Terkini » Wow… Menambang Asteroid, Bisnis Baru yang Menggiurkan

Wow… Menambang Asteroid, Bisnis Baru yang Menggiurkan

Eric Anderson, Salah Satu pendiri Planetary Resources (Foto: http://anewdomain.net)

SPC, Jakarta – Di Indonesia, pemerintah dan pengusaha masih ribut soal berbagai tetek bengek aturan pertambangan dan bergelut dengan keterbatasan cadangan sumber daya alam. Tak ayal, jangankan memikirkan ekplorasi sumber daya alam baru, mengolah yang ada saja keteteran.   

Nah, kalau pengusaha Amerika Serikat malah sudah berpikir jauh, hingga ke angkasa. Ya, mereka bersiap menambang di angkasa luar, khususnya asteroid.

Memang terdengar aneh dan tak masuk akal bin mustahil. Tapi itulah yang dicanangkan pionir bisnis tur angkasa luar, Eric Anderson dan Peter Diamandis. Melalui Planetary Resources, mereka mengincar tambang asteroid yang kaya logam berharga seperti platinum dan berguna untuk kebutuhan di Bumi.

”Kandungan platinum dalam sebuah asteroid berukuran 500 meter setara dengan jumlah seluruh platinum yang pernah ditambang di bumi. Sebuah asteroid kaya platinum berukuran 80 meter bisa memiliki nilai material lebih dari US$ 100 miliar (Rp 900 triliun),” kata Anderson dalam konferensi pers Selasa, seperti dilansir dari CNN (25/4/2012).

Bisnis baru ini ternyata didanai oleh orang-orang kaya dunia. Seperti James Cameron dan eksekutif Google Larry Page dan Eric Schmidt.

Salah satu pertimbangan mencari resources di luar bumi tersebut, karena bumi sudah mulai kekurangan sumber daya alam.  Mereka mengakui, meski kegiatan itu sulit, tapi imbal ekonominya sangat tinggi dan memberikan keuntungan luar biasa bagi manusia.

Saat ini, Planetary Resources sedang mengembangkan dan akan meluncurkan serangkaian sistem robotik dan pesawat antariksa tanpa awak. Dimulai dengan teleskop antariksa Arkyd-100 yang rencananya diluncurkan akhir 2013 mengitari orbit bumi untuk mengidentifikasi asteroid terdekat.

Selanjutnya, meluncurkan beberapa pesawat antariksa Arkyd-300 yang akan mengorbit di asteroid kandidat dan menyelesaikan proses penentuan material yang terkandung di sana dalam 10 tahun.

Mereka juga menargetkan proyek ekstraksi air sebagai bahan bakar dan sistem penunjang kehidupan di luar angkasa. Sebab, biaya mengangkut air ke stasiun angkasa luar sangat mahal, mencapai US$ 20.000 (Rp 180 juta) per liternya. (SPC-15)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

© 2013 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile