Nih Dia 10 Prestasi Dahlan Iskan Selama Memimpin PLN
Pilihan, Terkini, Top 10 Monday, April 16th, 2012 - 01:56 pmSPC, Jakarta – Dahlan Iskan memang fenomenal. Kini menjadi sangat terkenal. Bahkan mungkin mengalahkan presidennya. Bagaimana tidak, berbagai aksinya sekitar empat tahun terakhir selalu bikin heboh. Aksi-aksinya selain melanggar kelaziman birokrasi juga seringkali sarat human interest. Sesuatu yang saat ini jarang ditemukan dari para petinggi negeri ini.
Suarapengusaha.com mengulas sedikitnya 10 prestasi Dahlan ketika mulai masuk jajaran birokrasi pemerintah. Secara khusus, ketika menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar pada 22 Desember 2009-17 Oktober 2011. Beberapa program itu belum bisa diketahui hasilnya. Sebab, program itu sendiri bersifat multi years.
Berikut ini adalah 10 prestasi Dahlan Iskan tersebut:
1. Komunikasi ala CEO & BOD Notes
Dahlan memulai karirnya di PLN dengan penolakan Serikat Pekerja (SP) PLN. Tidak hanya mendemonya, tapi juga menyegel ruang kerjanya. Dahlan tidak marah apalagi bertindak otoriter. Dia menggelar dialog dan mendengar para karyawanya. Dia juga menjelaskan sebenarnya apa yang ingin dilakukannya. Dan, berhasil.
Tidak selesai sampai di situ, agar prinsip saling memahami terbentuk, digagasnya apa yang kemudian dikenal dengan CEO & BOD Notes. Ditautkan pada situs www.pln.co.id, Dahlan selalu menuliskan renungannya, penilaiannya, harapannya untuk dibaca semua jajaran PLN hingga ditingkat bawah. Mereka juga bisa memberi feedback.
Jadi, prestasi pertama adalah ‘memenangkan’ hati dan komitmen para anak buahnya secara manusiawi.
2. Tidak Ambil Gaji
Dahlan memang sudah kaya dari sononya. Karena itu, tanpa mengambil gajinya pun, tidak akan merugikannya. Tapi, toh itu juga bukan untuk pencitraan. Melihat kondisi PLN yang kritis, Dahlan memulai dari dirinya sendiri. Demi masa depan PLN dan komitmennya, dia memutuskan tidak mengambil sepeserpun gajinya. Bahkan, uang pribadinya seringkali digunakan untuk kegiatan PLN. Kerja di PLN, kata dia, bukan untuk mencari harta, tapi untuk menjalankan amanat negara.
3. Perjalanan Dinas Tanpa SPD
Gebrakan ini dimulai pada Mei 2011. Dahlan menetapkan bulan tanpa surat perintah perjalanan dinas (SPD). Dengan itu, maka setiap karyawan yang melakukan perjalanan dinas, tidak akan mendapatkan uang pengganti biaya perjalanan.
4. Program Listrik Prabayar
Dengan mempertimbangkan aspek kepraktisan, Dahlan mencetuskan ide program listrik pra-bayar. Dengan program itu, pelanggan tidak perlu repot antri membayar rekening listriknya. Tapi juga dengan sendirinya belajar mengontrol penggunaan listriknya. Sebab, makin boros pakai listrik, makin besar dana untuk membeli ‘pulsa’ listrik.
5. Program Penggunaan CBM
Selama ini PLN terbebani dengan biaya bahan bakar yang didominasi solar karena penggunaan mesin diesel. Alhasil, PLN sangat bergantung pada subsidi pemerintah. Dahlan mencanangkan penggunaan gas metana batu bara (CBM). Selain murah, juga stoknya berlimpah di Indonesia.
6. Atasi Byarpet Dalam 6 Bulan
Karena kondisi infrastrukrut PLN yang cukup ‘parah’, byarpet atau pemadaman bergilir menjadi makanan hari-hari rakyat Indonesia. Memulai tugasnya, Dahlan langsung berikrar menghentikan penderitaan akibat lampu mati itu dalam enam bulan saja.
Dahlan hanya memberi waktu kepada anak buahnya untuk melakukan pemadaman tidak lebih dari tiga jam. Setelah itu, semua harus menyala lagi. Meski awalnya dianggap tidak realistis, namun, akhirnya itu terbukti. Pemadaman bergilir di hampir seluruh wilayah Indonesia berkurang drastis.
7. Gerakan Sehari Seejuta Sambungan (GRASS)
Dahlan prihatin dengan masih rendahnya tingkat elektifikasi nasional. Meski PLN digelayuti berbagai keterbatasan, Dahlan mengumumkan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grass) listrik baru. Penyambungan pun tidak dipungut biaya.
Program yang oleh beberapa pihak dianggap ide ‘gila’ itu, justru menuai hasil luarbiasa. Hingga akhir 2011, lebih sejuta pelanggan baru telah teratasi. Penambahan pelanggan itu, otomatis juga meningkatkan pendapatan PLN.
8. Proyek PLTS Pulau Terluar
Dahlan prihatin dengan masih banyaknya daerah perbatasan yang tidak teraliri listrik. Khususnya di daerah yang berbatasan dengan negara tetangga. Dahlan mencanangkan pembangunan PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Setahun sebelumnya, menuntaskan pembangunan 5 PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.
Rencananya, program itu akan tuntas bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2012 tahun ini. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan program PLTS di 1.000 pulau di seluruh Indonesia dan ditargetkan tuntas pada 2014.
9. Efisiensi Pembelian Trafo PLN
Salah satu beban terbesar PLN selama ini adalah terkait pemeliharaan trafo. Biayanya sangat besar. Namun, Dahlan punya kiat. Cara pengadaanya diubah. Hanya menenderkan barang-barang yang dibutuhkan saja. Tidak seperti sebelumnya, menenderkan untuk satu gardu induk.
Alhasil, pada 2010, Dahlan berhasil menghemat pembelian trafo sebesar Rp 37 miliar. Dari seharusnya Rp 120 miliar menjadi hanya Rp 67 miliar. Pada 2011, berhasil membeli 160 unit trafo dengan nilai Rp37 miliar.
10. Keluhan Terhadap Kinerja Pelayanan PLN Menurun
Membaiknya pengelolaan manajemen dan teladan Dahlan Iskan, juga memengaruhi komitmen seluruh karyawannya. Alhasil, selama dua tahun kepemimpinannya, dan masih terasa sampai kini, keluhan terhadap pelayanan PLN, tidak lagi seburuk sebelumnya. secara perlahan, PLN mulai berbenah dan memperkuat kinerjanya. (SPC-15)






























extraordinary person…. orang seperti Pak Dahlan Iskan yang diperlukan Indonesia…