Pemerintah, Jujur Dong Soal Penerimaan Sektor Energi
Chief Economist, Terkini Wednesday, April 11th, 2012 - 02:33 pmSPC, Jakarta – Salah satu biang penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu, adalah soal penerimaan negara dari sektor energi. Untuk yang satu ini, pemerintah dinilai tidak transparan.
“Dari sisi penerimaan, maka perlu dibuka terang benderang penerimaan negara dari sektor energi. Berapa keuntungan dari seluruh kontrak kerja sama (production sharing contract) yang sudah ditandatangani. Berapa cost recovery yang pantas. Jika perlu semua penerimaan energi dilaporkan kepada publik karena merupakan informasi publik (dan merupakan amanah UUD 45),” ujar Dosen FEUI Rizal E. Halim kepada Suarapengusaha.com di Jakarta, Rabu (11/4/2012).
Menurut dia, agar keluar dari belenggu dan tekanan harga minyak dunia saat ini, dua hal harus dilakukan mendesak oleh pemerintah. Yakni, adanya transparansi dari sisi penerimaan dan sisi pengeluaran sektor energi. (RC/SPC-15)





























